Rabu, 24 Juni 2015

Kisah Pelajar Tanpa Lengan Yang Sukses Mengikuti Tes Masuk Universitas Dengan Nilai Tertinggi

 

Nilainya telah memenuhi persyaratan untuk memasuki Universitas Zheijang. Dia pandai dalam ilmu komputer dan ingin masuk jurusan tehnik sipil. Namun impian itu hanya berhenti di tempat bagi penyandang disabilitas tanpa lengan seperti dirinya.

Namanya Peng Chao, seorang pelajar di Sichuan, China, dia sangat berbeda dengan teman-teman sebayanya yang memiliki anggota tubuh lengkap. Tapi dibalik kekurangan fisiknya tersebut, Peng memiliki otak yang cemerlang. Dia berhasil menuntaskan ujian nasional masuk universitas dengan nilai yang sangat memuaskan.

Lalu bagaimana dia mengerjakannya? Padahal Peng telah kehilangan dua lengannya sejak kecil. Jadi dia tidak mungkin mengerjakan ujian dengan kedua tangannya bukan? Walaupun kedua lengannya telah tiada, Peng masih punya dua kaki. Dengan kekuasaan Allah SWT dia bisa mengerjakan soal ujian menggunakan kedua kakinya. Subhanallah.... Allah SWT masih memberikan kesempatan bagi Peng untuk mengejar cita-citanya.

Peng tidak mengeluh atas apa yang telah dikaruniakan kepadanya. Lihatlah usaha dan kerja kerasnya, tanpa lengan pun dia berhasil memperoleh nilai 603, termasuk nilai yang sangat tinggi. Melebihi nilai teman-tamannya yang normal. Walau dia mungkin sudah tahu kalau kondisi fisiknya akan menghalangi dirinya masuk dalam jurusan tehnik sipil.

Setelah membaca kisah ini saya merasa malu pada diri sendiri. Saya membayangkan andai saja saya duduk sekelas dengan Peng kemudian ikut ujian masuk universitas bersama. Pasti nilai saya jauh di bawah Peng, dan mungkin tidak memenuhi kualifikasi untuk masuk universitas terbaik.

Alhamdulillah saya dikaruniai oleh Allah SWT dengan fisik yang sempurna, sempurna di sini maksudnya memiliki anggota tubuh yang lengkap. Tapi terkadang kesempurnaan itu tidak saya manfaatkan secara maksimal. Saya masih punya sikap bermalas-malasan. Belajar pun ketika akan ada ujian saja, dan ketika ujian berlangsung... bleng... Nyontek deh akhirnya.

Pasti ada diantara teman-teman sekalian yang sudah membaca kisah ini sebelumnya. Jadi kisah ini sebenarnya  saya ambil dari salah satu situs berita online Indonesia. Kemudian saya ketik lagi dengan bahasa saya sendiri.

Pelajarang yang dapat diambil: Bermimpi dalam mengapai cita-cita dapat dilakukan oleh siapa saja, begitu pula Peng Cheo. Maka dari itu yang belum mempunyai mimpi, bermimpilah mulai dari sekarang. Gapai cita-cita setinggi mungkin.

“Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaanya.” Andrea Hirata


Tidak ada komentar:

Posting Komentar